Kisahmu yang mana? Cinta & Rangga atau Hanum & Rangga?
Ya, begitulah kiranya karakter dari tokoh seorang Hanum yang tergambar dari sepenggal kalimat di atas. Menjadi seorang isteri dari seorang Rangga yang sedang menyelesaikan disertasinya di Vienna dan saat ini mereka menetap sementara waktu untuk mewujudkan mimpi seorang Hanum di negara yang penuh ambisi, USA.
Honestly, karakter Hanum begitu menggambarkan sosok wanita pada umumnya, wanita dengan segala mimpinya, ambisinya, perasaannya, kesensitifannya, ketidaklogikaanya, ketidakberdayaan dan kekuatannya. Namun, meskipun Hanum begitu keras dan cukup ngeyel, adalah Rangga yang begitu memahami seorang Hanum, isterinya. Rangga membatalkan keberangkatannya ke Vienna demi mewujudkan mimpi Hanum menjadi seorang reporter dan bertemu idolanya"Andy" sejak kecil di USA. Mereka menjalani kehidupan di negara minoritas Islam, sungguh tidak mudah adanya, terlebih tuntutan pekerjaan Hanum yang begitu tidak manusiawi, menjadikan Islam sebagai bisnis yang menggiurkan dan bertentangan dengan hati nurani seorang wanita berhijab bernama Hanum. Bagi Andy, bos dari GNTV, Islam adalah sasaran empuk media yang penuh kontroversi, maka Hanum adalah orang yang sangat dibutuhkan di GNTV karena ia adalah wanita berhijab satu-satunya di perusahaan itu dan ini yang Andy cari untuk semakin menaikkan rating perusahaannya. Ya, banyak lika liku dan konflik batin yang dihadapi Hanum dipekerjaan barunya, membuat ia harus mengesampingkan kewajibannya sebagai seorang isteri, mendedikasikan hampir seluruh waktunya hanya untuk pekerjaanya. Dan Rangga, begitu sabar menghadapi Hanum, isteri tercintanya, terlihat baik-baik saja dihadapan Hanum, berusaha untuk terus menguatkan Hanum dan menjadi supporting system terbaik atas segala keputusan yang dipilih Hanum. Ya, itulah Rangga, yang mungkin menjadi idaman suami bagi kebanyakan wanita. Tapi sayangnya hanya di dunia per film an. Iya kan?
Teruntuk para pria,
Wanita itu unik adanya, dan untuk memahami wanita tidaklah cukup 1,2,3 atau bahkan 4 sks sekalipun, memahami wanita, berarti kamu harus siap untuk hidup bersamanya, mendampinginya hingga menuju SyurgaNya.
Teruntuk para pria,
Akan banyak hal mengejutkan(nanti) ketika kamu memutuskan hidup bersama wanita, kecemburuannya yang kadang tak beralasan, kesensitifannya ketika mens datang menyapaa, kengeyelannya ketika ego mendominasi perasaan si wanita, kemanjaannya yang membuatmu harus mengelus dada. Tapi, dibalik itu semua, wanita adalah sosok mulia, sosok berharga dan anugerah tak terkira yang kamu begitu beruntung dan bersyukur untuk memilikinya.
Wahai para pria,
memutuskan untuk membersamai wanita, berarti kamu harus siap menyediakan telinga ketika wanita mengatakan tidak apa-apa, menyediakan peluk ketika hanya tangis yang bisa ia perlihatkan dan menyediakan tangan untuk mengusap air mata yang menetes di pipi meronanya.
"Hanum, aku suamimu dan aku tidak mengizinkan kamu pergi."
Dan apa yang Hanum lakukan? Hanum malah memilih pergi meninggalkan Rangga, dan bagaimana perasaan Rangga. Adalah Rangga yang begitu kecewa, begitupun aku yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Hanum, tidak mendengarkan titah suaminya yang pada suaminya lah, ia bisa meraih ridho Allaah.
Tapi teruntuk para pria, perginya wanita dan mengabaikan perintahmu sebagai suaminya, bukan lantas ia menentangmu. Bukan, bukan demikian. Wanita butuuuh menyepi, memikirkan berulang kali, karena ketika berhadapan langsung padamu, perasaannya lah yang begitu mendominasi, dan berpikir jernih terlalu mustahil untuk kebanyakan wanita ketika rasa yang mendominasi. Semoga kelak kamu bisa paham bahwa wanita begitu unik adanya.
Jangan pernah pergi ketika wanita memilih pergi, karena nyatanya, wanita begitu membutuhkanmu. membutuhkan pelukmu, usapan tanganmu dan genggamanmu. (Khusus yang sudah halal yeeeee)
"Hanum, seperti yang kamu katakan, setiap kita mempunyai hak atas pilihan hidup kita, maka biarkan aku menentukan pilihan hidupku dan kamu memilih pilihan hidupmu. Aku tidak akan memaksamu untuk ikut bersamaku ke Vienna, sudah cukup kamu berkorban banyak untukku. Maka, aku izinkan kamu untuk mewujudkan mimpimu di negara ini."
Bukaan hanya Hanum, aku sebagai penonton begitu hancur dan tak mampu berkata-kata lagi. Ketahuilah para pria, mimpi terbesar wanita adalah membersamai kamu, karena kamulah pelindungnya, kamulah imamnya, dan kamulah yang membuat Allaah ridho atau tidak padanya. Maka, jangan pernah memberikan wanita pilihan, karena seringkali ia tidak bisa memilih, karena lagi-lagi, rasalah yang begitulah mendominasi. Seegois-egoisnya Hanum, seambisi-ambisinya Hanum, setinggi apapun mimpi Hanum, maka, Ranggalah yang menjadi pilihan Hanum.
Tidakkah kamu mampu memahami, bahwa wanita begitu hebat adanya? Mengorbankan segalanya asal engaku ridho padanya dan keridhoanmu mengundang ridho Rabbnya.
Maka, teruntuk kamu para pria yang masih dalam kesendirian. Tak perlu galau, sedih, atau bahkan merasa sendiri. Sebelum waktu itu tiba, sebelum pertemuanmu dengannya menyapa, maka, maksimalkanlah waktumu bersama ibunda tercintamu, kakak tercintamu dan adik tersayangmu, walaupun aku tahu, ketikapun kamu sudah menikah dan kamu masih tetap bisa membersamai mereka, tapi tetap saja, akan banyak hal yang berbeda. Maka, ketika kesendirian masih menjadi statusmu, maka, maksimalkanlah sebaik-baik status itu yaaa.
Maka, selamat mempersiapkan. Dan perlu dimaknai, pacarmu belum tentu jodohmu, tapi mantanmu bisa saja jodohmu. Maka, jangan menikah dengan pacarmu, tapi menikahlah dengan mantanmmu wkwkkwk. Intinya ada makna tersirat dari kalimat di atas. Tak usah dipikirkan, cukup di maknai saja.
Udahlah, jangan pacaran terus, PUTUSnya KAPAN??
#InspirasiFilmHanum&Rangga
#KisahmuYangMana
#SudahSiap?
#YukMempersiapkan

Comments
Post a Comment