Ketika Solo Bercerita?
![]() |
| Cinta adalah fitrah dan setiap orang berhak merasakannya. Iyakan? |
Untuk pertama kalinya, solo menjadi wadah dua anak cucu adam berjumpa. tentang jumpa yang entah bagaimana akhirnya, tapi aku sangat paham bagaimana aku memulainya.
Sebagai seorang Maba yang masih polos tampilan luarnya, tapi tidak dengan pemikirannya. Teriknya matahari membuatku ingin segara menyudahi perkuliahan, tiba-tiba seorang mengagetkanku,
"Dek, ikut lomba debat yuk di solo."
Entah bagaimana ceritanya, aku mengiyakan tanda setuju bukan tanda bahwa aku siap.
Ya, disaat aku merasakan fase ketidakjelasan selama diperkuliahan, ketika itu juga Allaah menunjukkan jalan melalui keikutsertaanku dalam sebuah lomba berajang nasional.
Untuk pertama kalinya juga aku merasakan nikmatnya fasilitas kampus dengan mengendarai kereta api, menginap di hotel dan uang jajan secara gratis. Ah, maka nikmat Tuhan mana lagi yang aku dustakan?
Lagi dan lagi untuk pertama kalinya dibangku perkuliahan, aku mengerti apa itu kecewa dari hasil kecurangaan, dan bahagia dari hasil kejujuran.
Ya, menjadi Best Speaker Nasional bukanlah ekspetasiku, tapi adalah jalanku tuk kembali memperluas tempat sujudku dan mengepakkan sayapku jauh lebih tinggi.
Solo menjadi temu antara dua sosok anak manusia yang entah bagaimana akhirnya nanti. Perkenalkan, adalah dia yang begitu teramat dikagumi oleh lawan jenisnya. Kita kenal via maya tepatnya via line, tulisannya cukup inspiratif. Tak ada yang istimewa dari dia, sama seperti kebanyakan pria pada umumnya. Aku fikir, pertemuan antara aku dan dia setelah temu di solo tak akan berlanjut lagi, tapi nyatanya aku salah. Dia ternyata sering berkunjung ke Yogya dan untuk kedua kalinya setelah temu di solo, kita kembali bertemu di Yogya. Darinya aku belajar banyak hal, tentang sebuah batasan antara pria dan wanita.
"Dek, jangan sendiri ya. Bawa temen akhwat."ucapnya
Aku tidak ingin membohongi perasaanku, sejak temu yang kedua kalinya, ada jantung yang berdetak tak seperti biasanya, ada desir rasa yang entah bagaimana aku mengatakannya. Honestly, aku mencari jawaban, kenapa dia selalu mengusahakan sebuah temu, walau kutahu dia begitu sibuk nyatanya. Apakah aku menjadi yang special baginya? Ah, tampaknya tidak! ini hanya asumsiku saja.
Sepertinya aku tidak akan melanjutkan cerita perihal dia. Semua hanyalah masa lalu yang telah berlalu dan selesai. Jikalau dia memang dia yang Allaah tetapkan untukku, maka biarkan nanti aku kembali menceritakan dia sebagai masa depanku bukan masa laluku.
Solo menjadi temu antara dua sosok anak manusia yang entah bagaimana akhirnya nanti. Perkenalkan, adalah dia yang begitu teramat dikagumi oleh lawan jenisnya. Kita kenal via maya tepatnya via line, tulisannya cukup inspiratif. Tak ada yang istimewa dari dia, sama seperti kebanyakan pria pada umumnya. Aku fikir, pertemuan antara aku dan dia setelah temu di solo tak akan berlanjut lagi, tapi nyatanya aku salah. Dia ternyata sering berkunjung ke Yogya dan untuk kedua kalinya setelah temu di solo, kita kembali bertemu di Yogya. Darinya aku belajar banyak hal, tentang sebuah batasan antara pria dan wanita.
"Dek, jangan sendiri ya. Bawa temen akhwat."ucapnya
Aku tidak ingin membohongi perasaanku, sejak temu yang kedua kalinya, ada jantung yang berdetak tak seperti biasanya, ada desir rasa yang entah bagaimana aku mengatakannya. Honestly, aku mencari jawaban, kenapa dia selalu mengusahakan sebuah temu, walau kutahu dia begitu sibuk nyatanya. Apakah aku menjadi yang special baginya? Ah, tampaknya tidak! ini hanya asumsiku saja.
Sepertinya aku tidak akan melanjutkan cerita perihal dia. Semua hanyalah masa lalu yang telah berlalu dan selesai. Jikalau dia memang dia yang Allaah tetapkan untukku, maka biarkan nanti aku kembali menceritakan dia sebagai masa depanku bukan masa laluku.

Comments
Post a Comment